Selasa, 20 November 2012

KAMU PELANGI KU


Dulu , ku hanya sebongkah hati warna merah tak tau apa-apa
Sendirian bersama daun-daun terhempas angin
Hariku yang kelabu tak ada yang mau jadi warna buatku
Ku bahkan pernah benci pada hidupku
Yang tak jarang penuh ketidak adilan
Namun semua seakan sirna
Ya , sejak hujan waktu itu
Hujan yang tumbuhkan benih itu di hati
Lalu membiaskan pelangi sesudahnya
Kamu..
Hadir dihidupku dalam sekejap
Menyelinap tanpa ku sadari
Kemudian mnegacak-ngacak hati ini
Siang malam , hingga ku tak mampu terpejam
Aku kesal tapi bahagia
Aku marah tapi tertawa
Kamu buat hidupku jadi komedi
Yang kemudian jadi kisah romantic
Labih dari kisah romeo dan Juliet
Ya , kamulah
Kamulah kamulah yang dikirim sang maha cinta
Untuk mengajariku tentang arti sebutir kasih
Dan seuntai cinta yang bisa jadi luar biasa
Bila kamu yang bicara
Kamulah yang amanati sang maha kasih tuk jadi hujanku
Biaskan pelangiku lewat matamu , senyummu , dan hadirmu
Ya , kamulah , kamu lah pelangi ku
Seiring kepergianmu
Nafas cinta terhenti setelah kehilangan detak
Bersama tetes hujan yang menghapus airmata
Tersadar betapa mudahnya kita dipisahkan
Laksana ranting kering yang patah
Batapa diri seribu kali lemah
Karena nafas tiada lagi engkau bagi
Dan nyawa lenyap bersama sepoi
Bersama buih-buih tanpa jejak
Seiring kepergianmu
Permai tiada lagi disebut elok
Karena camar tiada lagi bermukim
Dicelah-celah hatiku yang dahulu terisi olehmu kini..
Kusudikan diri mengais sisa sisa nafasmu  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar