Sabtu, 24 Maret 2012

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 1


1. PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI DI INDONESIA SEBELUM ORDE BARU ?

...Sejak bedirinya Republik Indonesia , banyak sudah tokoh tokoh Negara pada saat itu telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia , baik secara individu maupun melalui diskusi kelompok .
...Sebagai contoh , Bung Hatta sendiri , semasahidupnya
mencetuskan  ide , bahwa dasar perekonomian Indonesia sesuai cita -cita tolong menolong adalah Koperasi ( Moh. Hatta dalam Sri-Edi Swasono , 1985) , namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi , pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi .
... Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu , Sumitro Djojohadikusumo , dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949 , menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran .Namun demikian dalam proses perkembangan berikutnya disepakatilah suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekononomi pancasila yang disebut Demokrasi Ekonomi.
... Terlepas dari sejarah yang akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya pernah terjadi di Indonesia , Maka menurut UUD'45 , sistem perekonomian tercemin dalam pasal-pasal 23,27,33,dan 34.
... Demokrasi Ekonomi dipilih , karena memiliki ciri-ciri positif yang diantaranya adalah ( Suroso ,1993)
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh   negara
a. Bumi , air , dan kekayaan alam yang terkandung didalamnua dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
b. Sumber-sumber kekayaan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat , serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan pula
c. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak
d. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
e. Potensi inisiatif dan daya kreasi setiap warga dikembangkan sepenuhnya dengan kepentingan umum
Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
...Dengan demikian didalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :
> Free Fiht Liberalism , yakni adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah , dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin
 > Etatisme , yakni keikut sertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat
> Monopoli , suatu bentuk pemutusan kekuatan ekonomi pada satu ekonomi pada satu kelompok tertentu , sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti ' keinginan sang Monopoli ' .
... Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila , Ekonomi demokrasi , dan ' mungkin campuran ' , namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi indonesia . Awal tahun 1950-an  sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia . Demikian juga dengan sistem etatisme , pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai dengan masa orde baru .
...Keadaan ekonomi Indonesia antara tahun 1950 sampai dengan 1965-an sebenarnya telah diisi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah . Diantara Program-program tersebut adalah :
> Program Banteng tahun 1950 yang bertujuan membantu pengusaha pribumi
> Program / Sumitro Plan tahun 1951
> Rencana Lima tahun pertama , tahun 1955-1960
> Rencana Delapan Tahun
... Namun demikian kesemua program dan rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia .Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan adalah :
> Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relatif bukan bidangnya , namun oleh tokoh politik , dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung menitik beratkan pada masalah poltik dan bukan masalah ekonomi.
> Akibat lanjut dari yang diatas , dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi , justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
> Faktor berikutnya dalah , terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk ( sistem parlementer saat itu ) . tercatat tidak kurang dari 13 kali kabinet berganti saat itu .
> Disamping itu program dan rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi dan aspirasi dari berbagai pihak .
> Adanya kecendrungan terpengaruh untuk mengguanakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia ( liberalis ,1950-1957) dan etatisme ( 1958-1965)
... Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme yang pernah terjadi di Indonesia pada periode tersebut dapat dilihat pada bukti-bukti berikut :
> Semakin rusaknya sarana-sarana produksi dan komunikasi , yang membawa dampak menurunnya nilai eksport kita .
> Hutang luar negri yang justru dipergunakan untuk proyek ' mercu suar '
> Defisit negara yang makin besar , dan justru ditutup dengan mencetak uang baru , sehingga inflasi yang tinggi tidak dapat dicegah kembali .
> Keadaan tersebut masih dipengaruh dengan laju pertumbuhan penduduk (2.8%) yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi saat itu yakni sebesar 2,2%.

2. JELASKAN SISTEM EKONOMI LIBERALIS , ETATISME , DAN CAMPURAN ?

SISTEM PEREKONOMIAN PASAR (LIBERALISME/KAPITALISME)

... Dengan berkerjanya sistem ini adalah adanya kegiatan ' invisible hand / tangan -tangan yang kelihatan yang dicetuskan oleh ahli ekonomi Adam Smith. Dasar ini berasal paham kebebasan.Buku Adam Smith yang berjudul ' The Theory of Sentiments ' menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya (1759) . Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum kllasik , dimana mereka menganut paham ' Laissez faire ' , yang mengendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi , dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah .
... Kaum klaisk berpendapat seperti itu , karna mereka menganggap bahwa keseimbangan ekonomi / pasar akan tercipta dengan sendirinya . Mekanisme pasarlah yang akan mengaturnya , kekuatan permintaan penawaran lah yang akan mewujudkannya . Dasar pemikiran Kaum klasik tersebut adalah :
> Hukum ' SAY ' yang mengatakan bahwa setiap komoditi yang diproduksi , tentulah ada yang membutuhkannya . Dengan hukum ini Para pengusaha / produsen tidak perlu khawatir bahwa  barang dagangannya akan sisa , karna berapapun yang ia produksi tentu akan digunakan oleh masyarakat.
> Harga setiap komoditi itu bersifat fleksibel .Dengan kondisi perekonomian yang semacam itu , pemerintah memiliki tiga tugas yang sangat penting 
( Suroso , 1993 ) yakni :
> Berkewajiban melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara liberal lainnya.
> Melindungi setiap anggota masyarakat sejauh mungkin dari ketidakadilan atau penindasan oleh anggota masyarakat lainnya.
> Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atau saran untuk umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan dikarnakan keuntungan yang di dapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biayanya.

SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN
 ( ETATISME / SOSAIALIS)  

...Pencetus ide mengenai sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max , yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi saat itu , sebagi ulah para kaum kapitalis . Dalam sistem ini praktis kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur dibawah kendali negara . Sistem ini dapat kita lihat pada negara yang menganut pahan komunisme , seperti Uni sovyet misalnya . Tahap-tahap ide etatisme / komunisme yang sempat muncul adalah :
...Pertama tahap dimana prinsip ekonominya adalah setiap orang memberi ( kepada masyarakat) menurut kemampuannya , dan setiap orang menerima sesuai dengan karyanya.
...Tahap tersebut berkembang menjadi ' setiap orang memberi sesuai dengan kata lain ' distribusi menurut kebutuhannya '   ( Suroso , 1993 )
Sistem sosialis pasar , dengan karakteristik :
>Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerintah/negara.
> Pengambilan keputusan ekonomi bersifat dissentralisasi dengan dikoordinasi oleh pasar.
> rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral , sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi .
Sistem sosialis terencana (komunis) , dengan karakteristik :
> Faktor-faktor produksi dan dikuasai oleh pihak pemerintah / negara .
> Pengambilan keputusan ekonomi bersifat sentralisasi dengan dikoordinasi secara terencana.
> Rangsangan dan isentif diberikan berupa material dan moral , Sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi .
...Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dan tuntunan perekonomian internasional , tampaknya sistem sosialis terencana ini mulai ditanggalkan oleh penganutnya . 

SISTEM EKONOMI CAMPURAN

... Sistem ekonomi campuran ini adalah merupakan kombinasi ' Logis ' dari ketidak sempurnaan kedua sistem perekonomian diatas ( liberalisme dan etatisme ) . Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis , Langah Gorbachev dan bubarnya kelompok negara-negara komunis , menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme.
... Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut , diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya .Dengan keinginan seperti ini , banyak negara kemudian memilih sistem ekonomi campuran ini .

SEMOGA BERMANFAAT ^^

NAMA : DEWI LESTARI
KELAS : 1 EB04
NPM    :  21211958

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar