Senin, 10 November 2014

TUGAS SOFSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI#

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI



Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.
Profesi Akuntan biasanya dianggap sebagai salah satu bidang profesi seperti organisasi lainnya, misalnya Ikatan Dokter Indonesia(IDI). Supaya dikatakan profesi  ia harus memiliki beberapa syarat sehingga masyarakat sebagai objek dan sebagai pihak yang memerlukan profesi, mempercayai hasil kerjanya. Adapun ciri profesi menurut Harahap (1991) adalah sebagai berikut:
1.      Memiliki bidang ilmu yang ditekuninya yaitu yang merupakan pedoman dalam melaksanakan  keprofesiannya.
2.      Memiliki kode etik sebagai pedoman yang mengatur tingkah laku anggotanya dalam profesi itu.
3.      Berhimpun dalam suatu organisasi resmi yang diakui oleh masyarakat atau pemerintah.
4.      Keahliannya dibutuhkan oleh masyarakat.

Bekerja bukan dengan motif  komersil tetapi didasarkan kepada fungsinya sebagai kepercayaan masyarakat.
Tujuan Etika Profesi Akuntansi :
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat 4 (empat) kebutuan dasar yang harus dipenuhi :
1.      Kredibilitas.
Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
2.      Profesionalisme.
Diperlukan individu yang denga jelas dapat diindentifikasikan oleh pamakai jasa akuntan sebagai profesional dibidang akuntansi.
3.      Kualitas Jasa.
Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan stndar kinerja yang tinggi.
4.      Kepercayaan.
Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemebrian jasa oleh akuntan.

Prinsip Etika Profesi Akuntan :

1.      Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
2.      Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
3.      Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
4.      Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
5.      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya tkngan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
6.      Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
7.      Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
8.      Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

KODE PERILAKU PROFESIONAL

Secara garis besar kode etik dan perilaku profesional adalah :
a.       Kontribusi untuk masyarakat dan kesejahteraan manusia.
Prinsip mengenai kualitas hidup semua orang menegaskan kewajiban untuk melindungi hak asasi manusia dan menghormati keragaman semua budaya. Sebuah tujuan utama profesional komputasi adalah untuk meminimalkan konsekuensi negatif dari sistem komputasi, termasuk ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan.

b.      Hindari menyakiti orang lain.
“Harm” berarti konsekuensi cedera, seperti hilangnya informasi yang tidak diinginkan, kehilangan harta benda, kerusakan harta benda, atau dampak lingkungan yang tidak diinginkan.

c.       Bersikap jujur dan dapat dipercaya
Kejujuran merupakan komponen penting dari kepercayaan. Tanpa kepercayaan suatu organisasi tidak dapat berfungsi secara efektif.

d.      Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi nilai-nilai kesetaraan, toleransi, menghormati orang lain, dan prinsip-prinsip keadilan yang sama dalam mengatur perintah.

e.       Hak milik yang temasuk hak cipta dan hak paten.
Pelanggaran hak cipta, hak paten, rahasia dagang dan syarat-syarat perjanjian lisensi dilarang oleh hukum di setiap keadaan.

f.       Memberikan kredit yang pantas untuk properti intelektual.
Komputasi profesional diwajibkan untuk melindungi integritas dari kekayaan intelektual.

g.      Menghormati privasi orang lain
Komputasi dan teknologi komunikasi memungkinkan pengumpulan dan pertukaran informasi pribadi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah peradaban.

h.      Kepercayaan
Prinsip kejujuran meluas ke masalah kerahasiaan informasi setiap kali salah satu telah membuat janji eksplisit untuk menghormati kerahasiaan atau, secara implisit, saat informasi pribadi tidak secara langsung berkaitan dengan pelaksanaan tugas seseorang.

Sumber :

 

Selasa, 21 Oktober 2014

TULISAN BEBAS

bingung mau nulis apa buat tugas sofskill di kampus , lagi kurang enak badan juga jadi ngak bisa banyak banyak membuat tulisan . saya akan menceritakan suasana pernikahan kaka pertama saya yang diadakan tanggal 19 oktober 2013




apa kalian tahu saya yang mana ? ? ? hehehe iya saya yang berpose indah seperti angsa yang ingin terbang ( lebaaay) alhamdulilah suasana berjalan lancar dan lumayan sangat melelahkan tapi menyenangkan bisa melihat kaka sudah mempunyai pasangan hidupnya semoga saja menjadi keluarga yang sakinah , mawadah dan warahmah amiiin . dan ini saat foto bersama orangtua dari pihak laki-laki dan orangtua pihak perempuan.

oh lihat fotonya sangat bagus dan terlihat mereka semua berbahagia , ibu dan ayah terlihat sangat top banget deh I Love U Mom and Dad , dan orang tua dari pihak keluarga laki laki terlihat bagus dalam berfoto :) . dan setelah berlangsungnya pernikahan berjalannya waktu , harapan dari kami terwujud kaka sedang mengandung dan sudah melahirkan seorang bayi jagoan yang lahir tepat tanggal 17 oktober 2014 ohhhhh lucunnya blaem blaem dan sekarang berusia sekitar 3 bulan
saya lupa namanya fahri ramadhani , nama yang bagus semoga sama dengan namanya kelak dia akan menjadi anak yang sholeha menjadi laki laki dengan berkpribadian yang baik , cerdas pastinya

mungkin itu saja tulisan saya saat ini karna saya sudah lelah , tidak bisa terlalu lama disini karna masih harus banyak istirahat wish me luck , amin


PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN



PENGERTIAN ETIKA
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani, “ethos” yang artinya cara berpikir, kebiasaan, adat, perasaan, sikap,  karakter, watak kesusilaan atau adat. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, ada 3 (tiga) arti yang dapat dipakai untuk kata Etika,  antara lain Etika sebagai sistem nilai atau sebagai nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pedoman bagi seseorang atau kelompok untuk bersikap dan bertindak. Etika juga bisa diartikan sebagai kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau moral. Selain itu, Etika bisa juga diartikan sebagai ilmu tentang yang baik dan yang buruk yang diterima dalam suatu masyarakat,  menjadi bahan refleksi yang diteliti secara sistematis dan metodis.
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika  adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang  filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Di sisi lain, etika dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. Etika khusus selanjutnya dibedakan lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Pembedaan etika menjadi etika umum dan etika khusus ini dipopulerkan oleh Magnis Suseno de ngan istilah etika deskriptif.  Lebih lanjut Magnis Suseno menjelaskan bahwa etika umum membahas tentan prinsip-prinsip dasar dari moral, seperti tentang pengertian etika, fungsi etika, masalah kebebasan, tanggung jawab, dan peranan suara hati. Di lain pihak, etika khusus menerapkan prinsip-prinsip dasar dari moral itu pada masing-masing bidang kehidupan manusia. Adapun etika khusus yang individual memuat kewajiban manusia terhadap diri sendiri sedangkan etika sosial membicarakan tentang kewajiban manusia   sebagai anggota umat manusia.
PRINSIP – PRINSIP AKUNTANSI
1.     Prinsip Kejujuran : kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding , kejujuran dalam hubungan kerja intern
2.     Prinsip Keadilan : memperlakukan setiap orang sesuai dengan haknya masing-masing , baik dalam relasi eksternal maupun internal perusahaan
3.     Prinsip saling  menguntungkan : bisnis yang dijalankan sedemikian rupa agar semua pihak menikmati keuntungan
4.     Prinsip Tanggung jawab
5.      Prinsip Kepentingan Publik
6.      Prinsip Integritas
7.     Prinsip Objektivitas
8.     Prinsip Kompetensi dan kehati-hatian profesional
TEORI ETIKA
Etika sebagai disiplin ilmu berhubungan dengan kajian secara kritis tentang adat kebiasaan, nilai-nilai, dan norma perilaku manusia yang dianggap baik atau tidak baik. Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan suatu tindakan, sifat, atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau perspektif yang berlainan. Berikut ini beberapa teori etika:  
1.     Egoisme
Rachels (2004) memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia  dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self servis). Menurut teori ini, orang bolah saja  yakin ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/ atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah sebuah ilusi. Pada kenyataannya, setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri. Menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat  altruisme, yaitusuatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang laindengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang  dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).
2.     Utilitarianisme
Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat (the greatest happiness of the greatest number). Paham utilitarianisme sebagai berikut: (1) Ukuran baik tidaknya suatu tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, atau tujuan dari tindakan itu, apakah  memberi manfaat atau tidak, (2) dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya parameter yang penting adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan, (3) kesejahteraan setiap orang sama pentingnya. Perbedaan paham utilitarianisme dengan paham egoisme etis terletak pada siapa yang memperoleh manfaat. Egoisme etis melihat dari sudutpandang kepentingan individu, sedangkan paham utilitarianisme melihat dari sudut  pandang kepentingan orang banyak (kepentingan orang banyak).
3.     Deontologi
Paradigma teori deontologi saham berbeda dengan paham egoisme dan utilitarianisme, yang keduanya sama-sama menilai baik buruknya suatu tindakan memberikan manfaat entah untuk individu (egoisme) atau untuk banyak orang/kelompokmasyarakat (utilitarianisme), maka tindakan itu dikatakan etis. Sebaliknya, jika akibat suatu tindakan merugikan individu atau sebagian besar kelompok masyarakat, maka tindakan tersebut dikatakan tidak etis. Teori yang menilai suatu tindakan berdasarkan hasil, konsekuensi, atau tujuan dari tindakan tersebut disebut teori teleologi.
4.     Teori Hak
Suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan HAM. Menurut Bentens (200), teori hak merupakan suatu aspek dari deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengankewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain. Teori hak sebenarnya didsarkan atas asumsi bahwa manusia mempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat yang sama.
SUMBER :

NAMA : DEWI LESTARI 
KELAS : 4EB11
NPM   : 21211958 
TUGAS : ETIKA PROFESI AKUNTANSI#
 

Minggu, 22 Juni 2014

TUGAS MATERI SOFSKILL BULAN KE 4


TUGAS SOFSKILL BULAN KE 4

EXCERSICE 37 HAL 138 RELATIVE CLAUSE

1.       THAT

2.       THAT

3.       WHOM

4.       WHOM

5.       THAT

6.       WHOM

7.       WHOM

8.       WHOM

9.       THAT

10.   THAT

11.   WHOM

12.   THAT

13.   WHOM

14.   THAT

15.   WHOM

EXCERSICE 38 HAL 139 RELATIVE CLAUSE REDUCTION

1.     George is the man chosen to represent the committee at the convention.

2.     All of the money accepted has already been released.

3.     The papers on the table belong to Patricia.

4.     The man brought to the police station confessed to the crime.

5.     The girl drinking coffee is Mery Allen.

6.     John’s wife, a professor, has written several papers on this subject.

7.     The man talking to the policeman is my uncle.

8.     The book on the top shelf is the one that I need.

9.     The number of students counted is quite high.

10.                        Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day.

 

Relative clause

 

Using subject pronouns : who , which , that

a.     The man is very friendly , he lives next door

The man who lives next door is very friendly

b.     Where are the books ? , you bought them this morning

Where are the books that you brought this morning

c.      The book is mine , it is on the table

The book which is on the table is mine

Source : multi-purpose english for vocational high school student edisi 2007 pengarang : M.purwati , Nurul Hidayah

 
NAMA  : DEWI LESTARI
KELAS : 3EB11
TUGAS : SOFSKILL
MATERI : BAHASA INGGRIS BISNIS 2#